Senin, 4 Mei 2026

Melestarikan Kain Kulit Kayu: Perjuangan Ina Tobani

Melestarikan Kain Kulit Kayu: Perjuangan Ina Tobani. Foto : Istimewa

SIGI, iNlensa.id – Kain kulit kayu, yang telah ada selama 4.000 tahun, kini menjadi fokus perhatian berkat upaya pelestarian yang dilakukan oleh Ina Tobani, seorang maestro kerajinan dari Desa Mataue, Kulawi. Dengan penetapan kain kulit kayu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada tahun 2023, Ina berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan tradisi ini di tengah tantangan zaman modern.

Ina Tobani, yang telah menggeluti kerajinan kain kulit kayu sejak muda, kini berusia 84 tahun. Meski sudah sepuh, ia tetap aktif berkreasi. “Saya sudah tidak bisa bekerja di kebun lagi, jadi saya fokus membuat kain kulit kayu,” ungkapnya. Kain yang dihasilkan tidak hanya untuk dijual, tetapi juga sebagai warisan bagi generasi berikutnya.

Sebagai kepala keluarga, Ina berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan tiga anaknya yang sedang sakit. Ia percaya bahwa dengan melestarikan tradisi ini, ia tidak hanya menjaga kehidupannya, tetapi juga masa depan budaya Kulawi.

Ina Tobani tidak hanya berfokus pada produksinya sendiri, tetapi juga berupaya mengajak masyarakat lain untuk terlibat dalam pelestarian kain kulit kayu. Ia telah membentuk kelompok pengrajin yang aktif melakukan pelatihan dan produksi. “Saya memberikan pelatihan tanpa biaya, karena saya ingin semua orang bisa belajar dan mencintai budaya kita,” jelasnya.

Kepedulian Ina terhadap budaya dan tradisi membuatnya menjadi sosok yang dihormati di komunitasnya. Dengan dedikasi yang tinggi, ia memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan pembuatan kain kulit kayu tidak akan punah.

Selama lebih dari tujuh dekade, Ina Tobani telah berkontribusi besar dalam pelestarian kain kulit kayu. Ia adalah simbol ketahanan budaya dan identitas masyarakat Kulawi. Melalui karya-karyanya, Ina tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai budaya yang dalam. Kain kulit kayu yang dihasilkan bukan hanya sekadar barang, tetapi juga cerita dan sejarah yang dihadirkan dalam setiap helai.